Selasa, 22 Desember 2015

Amora Menolak Cinta

Judul: Amora Menolak Cinta
Penulis: Amanda Bahraini
Penerbit: Self Published (Penulis AB)
Cetakan: Pertama
Jumlah Halaman: 246 halaman
Tahun Terbit: 2015
ISBN: -
Genre: Fiksi, Contemporary Romance, Mainstream Romance
Format: Paperback

Cinta itu tidak ada.
 -Amora-

Amora, si gadis sains, selalu membantah bahwa cinta itu muncul karena perasaan. Bagi Amora, cinta adalah hasil reaksi kimia yang diciptakan oleh hormon-hormon yang ada di dalam otak. Nggak lebih.
Cinta itu tidak ada. 'Cinta' adalah reaksi kimia akibat hormon dari otak yang mempengaruhi kerja organ tubuh kita. 'Cinta' yang kita kenal merupakan hasil romantisasi penyair-penyair melankolis. Dan itu, adalah satu-satunya teori cinta yang perlu kupercaya.
Makanya, saat sahabat Amora alias Erin patah hati karena putus dengan Shinji, si anak blasteran Jepang-Indonesia, Amora gagal paham tentang perasaan Erin dan ia menasehati agar Erin berhenti menangis karena cinta. Tapi Amora tahu, sebagai sahabat Erin ia hanya cukup mendengarkan saat Erin membutuhkan pelampiasan emosi akibat putus cinta meskipun dirinya tidak dapat membantu. 
Nanti, aku akan berbicara lagi dengan Erin. Kurasa aku akan memaksanya membaca buku The Science of Love untuk membantunya membuat keputusan cinta yang lebih baik.
Dari cerita Erin, Amora tahu bahwa Shinji ini adalah playboy yang senang memberi harapan pada teman-teman perempuannya. Oleh sebab itu, meski Amora belum kenal Shinji ia telah mencap cowok itu sebagai salah satu makhluk yang mesti dijauhi. Kisah ini nggak akan seru tanpa konflik satu ini, tak lama setelahnya Amora yang baru menjadi mahasiswa di UNB (Universitas Negeri Bandung) jurusan Biologi ternyata sekelas dengan Shinji.
Dan pertemuan awal mereka dalam insiden lemparan susu moka berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya yang membawa Amora dalam lingkaran emosi terhadap cinta, masa lalu, sahabat, dan masa depan.


So, here! Kisah Amora ini memang kisah mainstream tentang Amora dan kisah masa awal perkuliahannya. Juga tentang kisah cintanya Amora. Amora ini pernah pacaran dan kemudian sakit hati karena Daniel, si pacar, nggak jelas menghilang. Trauma akibat hal itu, membuat Amora skeptis terhadap cinta. Tapi di perkuliahan, dia bertemu dengan teman, sahabat, dan cowok yang naksir dengan Amora yang pada akhirnya mengubah sudut pandang Amora tentang cinta. Cinta bukan hanya masalah sains. 
Karakter Amora ini adalah cewek berambut keriting yang suka sains dan tipikal orang yang suka memendam masalah sendiri. Ia memiliki masalah kepercayaan juga terhadap keluarga atau cinta pada umumnya. Hal itu yang membuat Amora berlari mengartikan cinta dari hal yang berhubungan dengan perasaan ke masalah sains. Kalau menurutku, akibat sakit hatinya itu Amora membentengi diri dengan meninggalkan embel-embel perasaan dalam cinta. Oleh karenanya, ia hanya percaya bahwa cinta itu sebuah rekasi kimia. Sehingga ia sendiri bisa terhindar dari rasa sakit hati akibat cinta yang membawa perasaaan dan berlindung di balik sains tentang cinta itu sendiri. Amora suka moka dan geek masalah biologi. Karakter lain, Shinji adalah cowok baik dan sedikit usil. Ia seringkali disangka playboy oleh orang-orang karena baik sama cewek. Shinji juga setiakawan, itu sebabnya saat Amora harus memotong rambut karena terkena cat, Shinji ikut memotong rambutnya sebagai tanda solidaritas. Tokoh lainnya seperti Erin, Yondi, Yunit, dan Tita. Juga Alif dan Heidy yang bagai kucing dan anjing padahal saling memendam rasa.
Setting dari kisah ini sebagian besar di kota Bandung khususnya di UNB sendiri dan di Jakarta. Penulis mungkin tinggal di Bandung, karena menurutku penjabaran beberapa tempat persis seperti yang aku lihat sendiri di Bandung. Seperti tempat nongkrong favorit mahasiswa di simpang Dago sih itu sepertinya McD Simpang Dago. Kantin Bengkok yang sempat penulis ceritakan sebagai tempat favoritnya Amora ini sepertinya Kantin Bengkok yang di dalam kampus ITB. Karena hal ini, aku mengira-ngira mungkin saja UNB itu ITB. Bener gak, Amanda? ^^
Dari segi alur, kisah Amora ini beralur maju dengan sudut padang aku dari Amora. Aku menikmati membaca Amora, mengingatkanku tentang masa-masa awal kuliah seperti saat Amora di-ospek di kampusnya. Juga kisah manis Amora yang malu-malu dengan Shinji. Beberapa scene favoritku adalah pertama, saat Shinji tiba-tiba datang ke Jakarta cuman buat mencicipi bakso kesukaan Amanda. Itu sih modus, Shinji!
"Kok...Ada di sini? " ujarku lirih, tak bisa menyembunyikan keterkejutanku.
"Mau nyobain bakso tenis kebanggaan lo," jawab Shinji mantap
Kedua, adalah saat Shinji dan Amora mengobrol panjang di McD Dago. Nah, ini sih rasanya romantis saja. Shinji dan Amora awalnya hanya menunggu hujan reda, akhirnya malah keterusan ngobrol lama semalaman. Ketiga, obrolan panjang tentang hormon oksitosin. Dari penjelasn Amora sih konon hormon ini yang disebut hormon cinta. Ngalor-ngidul Amora cerita panjang lebar tentang hormon oksitosin, yang membuatku terkejut adalah bahwa oksitosin sendiri sudah dibuat spray. Jadi, buat orang yang pengen jatuh cinta boleh tuh mencoba hormon buatan ini.^^
Lainnya, novel ini juga banyak memberi informasi tentang pelajaran biologi menurutku. Banyak istilah hormon, enzim, dan metabolisme tubuh. Dari segi tampilan ilustrasi kaver ini menarik, hanya saja bagian dalamnya agak banyak kesalahan edit. Seperti double spasi atau typo. Karena novel Amora Menolak Cinta adalah self published, novel ini hanya bisa didapatkan jika mengontak penulis sendiri di twitter @rainyamanda atau juga bisa juga sneak-peak buku ini di blog penulis: tulisanmanda.wordpress.com.

Keep reading for your rest of life :)
Rating: 3.5/5



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar