Sabtu, 19 Agustus 2017

[Book Recommendation] Illustration Book Part I


Halo! Apa kabar? Sudah hampir satu tahun blog ini tidak diisi dengan konten perbukuan padahal Review Siro memang dikhususkan untuk buku. Memulai kembali membuat isi konten untuk blog rasanya canggung, tapi kangen rasanya saat-saat memenuhi blog dengan segala cuap-cuap. Jadi, dengan niat memulai kembali, postingan pertama ini mengenai rekomendasi buku-buku ilustrasi yang menurutku oke.
Akhir-akhir ini rasanya membaca buku setebal bantal semakin susah, tentu alasannya banyak ini itu. Tapi satu hal yang kadang aku rasa kalau lagi baca buku tebal adalah kepraktisannya. Kalau buku tebal ya tentu tebal, berat dibawa kemana-mana. Alhasil sih malas baca. Tapi ya tetep kadang kalau lagi bengong nunggu bis atau antrian dokter, rasanya membaca bisa jadi satu kegiatan yang asyik. Solusinya, sekarang aku sering membawa buku-buku ringan. Dalam artian ringan dibawa dan ringan dibaca. Pilihannya jatuh pada buku-buku berilustrai, baik itu puisi, self-help, atau pun fiksi. Awalnya sih ya karena alasan ringan, tapi setelah beberapa kali membaca tipe buku seperti ini, aku mulai menyukai tipe buku ilustrasi bukan hanya karena ringannya, dari segi isi oke untuk dibaca dan nggak monoton ilustrasinya.

Senin, 30 Januari 2017

Tahun Baru 2017

Aku tahu ini sudah terlambat untuk menyapa pembaca di tahun baru 2017, tapi well aku mengucapkan:
Selamat Tahun Baru 2017 Buat Semuanya^^
Cukup lama blog ini tidak memunculkan posting mengenai buku. Terhitung dari awal tahun 2016 hanya 1-3 review yang ditulis -_-. Well, aku tidak menghilang, hanya beberapa saat masih butuh waktu menyesuaikan jam pekerjaan yang gila-gilaan dan rutinitas membaca buku. Jika melihat ke belakang, hanya beberapa buku yang berhasil aku baca, itu pun tanpa review. Kecewa sih, tapi ini bukan perihal mengejar target. Jadi, aku tetap membawa enjoy hobi membaca walaupun tidak tertuang dalam review.
Dan 2017,
Woosh, datang begitu cepat. Aku berharap tahun ini dapat kembali menulis blog sebagai data histori membaca (karena, short memory-ku mulai meradang. Kadang lupa cerita dan alur cerita. hadeuh. )
Ok, Semangat Tahun Baru 2017!

Senin, 26 September 2016

Wonderful Life

Amalia Prabowo
Judul: Wonderful Life
Penulis: Amalia Prabowo
Penerbit: POP (KPG)
Jumlah Halaman: 177 halaman
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 9789799108548
Genre: Parenting, Story-Pic, Non Fiksi
Format: Ebook on iJak

Perlahan aku harus menerima bahwa Aqil, dengan segala keadaannya, adalah bagian dari rencanaNya. Maka aku harus menjadi bagian dari rencana itu agar kami bertiga: Aku-Aqil-Satria menyatu menjadi "Kita" atau "Us"

-Amalia Prabowo-

Kata ibu dan perjuangan selalu beriringan dalam keseharian anak. Ibu selalu menjadi sosok yang menjadi tumpuan seorang anak dalam masa kecilnya. Anak akan belajar dan memuja ibunya untuk segala hal, pun dari seorang anak ibu akan belajar untuk membuka dunia yang berisi bukan hanya untuknya, tapi juga untuk anaknya. Wonderful Life berkisah mengenai perjuangan metamorfosis seorang Amalia Prabowo memasuki dunia Aqil dan Satria. Berlatarbelakang keluarga ningrat yang disiplin dan menjunjung tinggi nilai pendidikan, Amalia tumbuh menjadi seorang wanita yang mempercayai bahwa tak ada yang tak dapat dicapai melalui kerja keras dan perencanaan

Senin, 19 September 2016

London: Angel


Judul: London: Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagas Media
Jumlah Halaman: 330 halaman
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 9797806537
Genre: Fiksi, Contemporary Romance
Format: Paperback

Barangkali, Goldilocks adalah malaikat
-Gilang-

"...Memangnya, kau bisa jatuh cinta kepada seseorang yang sudah kau kenal selama delapan tahun? Kau tahu semua tentang dirinya; masa lalunya, rahasia-rahasianya, kebiasaaan-kebiasaan aneh yang dia lakukan; semua. Kau tidak bisa jatuh cinta kepadanya, percayalah. Kau cuma bisa melihatnya sebagai sahabat -- tidak lebih."
Gilang enggan mengakui bahwa dirinya jatuh cinta pada sahabat sekaligus tetangganya, Ning. Sekalipun temannya seringkali mengatakan bahwa seharusnya Gilang mengajak Ning untuk berpacaran karena mereka sudah terlalu dekat untuk ukuran pertemanan, tapi bagi Gilang; ia dan Ning hanya sahabat. Tak lebih. 
"Aku dan Ning seperti Billy Crystal dan Meg Ryan dalam film romantis lama When Harry Met Sally. Kami sangat dekat dan mengenal satu sama lain."

Jumat, 13 Mei 2016

Tentang Sebuah Film dan Puisi: AADC, Aku, dan Tidak Ada New York Hari Ini


Suatu pagi, seorang teman menepuk pundakku saat aku hendak membuka salah satu aplikasi chatting "hijau"  yang terkenal dengan stikernya.
"Loe udah tahu iklan "si hijau" yang nampilin Nicholas Saputra. Uh, akhirnya Nicholas muncul lagi setelah lama nggak ada di layar tv dan by the way, dia muncul bawa tema Ada Apa Dengan Cinta. Kayaknya nih, si Rangga bakal balik jadi fenomena! Dan Ada Apa Dengan Cinta bakal ada sekuelnya"
Itu adalah awal dari sebuah firasat akan munculnya proyek film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang kini-konon telah memuaskan dahaga 2 juta penonton Indonesia akan kenangan kisah Cinta & Rangga di awal tahun 2000-an. Berbicara film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), tentunya bagi generasi 90-an ke atas mengenal film fenomenal ini. Entah dengan kisah masa SMA Cinta dan teman-temannya yang keren kala itu atau hal tabu yang ditampilkan di film. Aku tidak akan membahas bagaimana kisah Cinta dan Rangga di AADC atau sekuelnya, tapi ada satu hal lain yang menarik perhatianku. PUISI.

Rabu, 11 Mei 2016

May on Rainy

Halo Musim Hujan yang Enggan Pergi!
Perjalanan sunyi tanpa buku yang kuumumkan sebelumnya di blog sudah berakhir sekitar pertengahan April. Namun, hangover dari perjalanan tersebut masih terasa hingga kemarin. Rasanya sulit untuk kembali membaca buku, padahal keinginan untuk membaca itu ada. Aku seperti kehilangan fokus setiap kali membaca buku. Satu buku tak pernah rampung terbaca selama periode hangover tersebut. Meskipun, untuk perihal membeli buku, aku masih sering "sekedar menengok" toko buku online dan tak jarang berakhir dengan setumpukan tagihan untuk pembelian buku. 
Untuk mengembalikan mood dan fokus membaca, aku mencoba memecahkannya dengan membaca buku-buku yang menjadi favorit di rak buku. Seperti Memori karya Windry Ramadhina dan Sadgenic karya Rahne Putri. Dan, sedikit banyak kegiatan pengulangan baca (re-read) buku-buku favorit membantuku untuk fokus membaca. Dua buku tersebut berhasil kubacaulang dan ada semangat kembali untuk membaca buku-buku di tumpukan yang kian menggunung.

Senin, 29 Februari 2016

Pergi Dahulu


Dear, pembaca...
Berhubung aku ada kegiatan di luar selama 7 minggu, blog ini akan sepi selama jangka waktu tersebut. Tapi jangan sedih ya, pasti ada kejutan setelahnya. Stay tune!